Hai teman-teman, dalam pertemuan
ketiga kemarin, kami melakukan debat antar kelas. Kami mengkaji suatu kasus
menerapkan prinsip epistimologi. Jadi tiap kelas mengirim dua pasang (perempuan
dan laki-laki) untuk beradu argumen. Mereka kemudian dipisah lagi memilih pro
dan kontra. Setelah selesai, kami per individu ditugaskan untuk menuliskan pendapat
kami di blog masing-masing. Berikut merupakan pendapat saya.
Ada dua kasus yang diajukan.
Pertama adalah tentang penerapan pemilu alias pemilihan umum langsung. Untuk bagian
pertama ini saya memilih pro. Kenapa pro? Karena pemilihan umum menurut saya
adalah sistem yang paling cocok untuk diterapkan di negara Indonesia yang
menganut asas demokratis. Pemilihan umum langsung ini telah ditetapkan dan
diperjuangkan dengan susah payah sejak lama. Budget untuk melangsungkan pesta
rakyat ini juga sudah ditetapkan. Dalam sistem ini, rakyat dapat memilih yang
sesuai dengan hati nurani mereka masing-masing. Sehingga pelaksanaan
pemerintahan dari rakyat, untuk rakyat, dan oleh rakyat benar-benar dijalankan.





